Model Usaha Payment Gateway | Bagaimana Cara Kerja dari Payment Gateways ?

Model Usaha Payment Gateway | Bagaimana Cara Kerja dari Payment Gateways ? - 2

Akhir tahun 2018, total penjualan e-commerce di seluruh dunia diharapkan bisa menyentuh USD 2,8 trillion. Nilai ini diproyeksikan sampai tahun 2021 bisa naik sebesar USD 4,8 trillion.  Dengan adanya perkembangan yang pesat dalam belanja secara digital di seluruh dunia, ini yang membuat bisnis e-commerce, baik yang masih baru dan yang sudah jalan untuk memberikan fasilitas-fasilitas pembayaran dengan efisien dan aman. Payment gateways menjadi pilihan sebagai cara yang cepat dan mudah untuk memberikan informasi transaksi dari “payment portal” ke Bank yang dikehendaki. Sebelum pembahasan lebih mendalam lagi tentang model bisnis “payment gateway”, sebaiknya akan menjadi sangat berguna apabila sudah mendapatkan pengertian atau pengetahuin tentang apa dan fungsi dari payment gateway tersebut.

Payment Gateway itu apa ?

Sebuah Payment Gateway adalah sebuah layanan e-commerce yang memberikan otorisasi untuk credit card atau proses pembayaran langsung  dalam bisnis online. Ini seperti halnya proses pembayaran melalui mesin POS (Point Of Sales) tetapi dilakukan secara virtual.

Istilah sederhananya : Payment Gateway adalah sebuah layanan yang mengirimkan informasi dari credit card atau pembayaran langsung dari website atau aplikasi smartphone ke jaringan pembayaran dari Bank untuk dilakukan proses pembayaran dan otorisasi, dan mengembalikan informasi ke website atau aplikasi smartphone kembali tentang detail dan respon dari proses pembayaran tersebut.

Payment Gateway ini bisa diberikan oleh Bank kepada Customernya, atau oleh sebuah instansi pemberi layanan pembayaran yang terpisah dari Bank, seperti pemberi layanan pembayaran ( beberapa yang populer seperti PayPal, CCAvenue, Amazon Payments, Paytm, Paytren, ImperiumPay ). Pemberi layanan pembayaran tersebut yang akan memberikan kepastian bahwa uang sudah ditransfer dengan lancar dan aman dari akun Costumer (Pelanggan) ke merchant (penjual barang/jasa).

Bagaiman sebenarnya Payment Gateway Bekerja ?

Model Usaha Payment Gateway | Bagaimana Cara Kerja dari Payment Gateways ?

Metode dasar yang digunakan payment gateway dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Proses dimulai ketika seorang pelanggan (customer) membuat order pada aplikasi pembayaran online di website ( atau smartphone ) dengan menekan (Click) tombol “ Submit” atau “Bayar”.
  2. Aplikasi penjual barang/jasa (merchant) tersebut mengirimkan detail transaksi dari Customer ke Payment Gateway. Secara aman, informasi akan dikirim dalam bentuk Acak atau Enkripsi SSL ( Secure Socket Layer). Kemudian Payment Gateway meneruskan informasi tersebut ke Bank untuk melakukan penerbitan (issue) otorisasi.
  3. Sekali transaksi telah di-sah-kan, hal ini bisa diterima atau ditolak ( bergantung dari jumlah dananya yang tersedia dalam akun customer di Bank ) oleh Bank penerbit.
  4. Bank menetapkan jumlah transaksi dengan Payment Gateway dan Payment Gateway menetapkan jumlah transaksi dengan penjual Barang/ Jasa.

Bagaimana Payment Gateway memperoleh uang ?

Dilengkapi dengan pemahaman tentang bagaimana fungsi payment gateways, kita sekarang dapat mencari tahu sumber pendapatannya.

  1. Transaction Discounting Rate (TDR) – Setiap transaksi yang berhasil di-lewat-kan melalui infrastruktur payment gateway dibebankan dengan biaya pemrosesan transaksi yang dikenal sebagai Tingkat Diskon Transaksi, atau TDR, yang dinyatakan sebagai persentase dari nilai transaksi. TDR berbeda berdasarkan pada mode pembayaran yang dipilih oleh pelanggan ( customer ), seperti kartu kredit / debit, perbankan Internet, dompet digital seperti Paypal, atau dompet prabayar seperti Paytm dan Amazon Pay. Beberapa payment gateway menawarkan model di mana biaya bulanan tetap dibebankan terpisah dari TDR – namun, TDR lebih rendah dalam kasus ini. Model ini cocok untuk bisnis dengan volume transaksi yang lebih tinggi. Model gateway pembayaran lainnya tidak melibatkan tarif tetap tetapi TDR yang tinggi.
  2. Biaya untuk transaksi internasional – Banyak payment gateway mengenakan TDR yang lebih tinggi untuk transaksi yang melibatkan banyak mata uang.
  3. Biaya pemeliharaan dan dukungan – Bisnis yang membuka rekening dengan payment gateway dikenakan biaya pemeliharaan tahunan serta biaya untuk dukungan teknis.
  4. 4. Biaya pengaturan – Menyiapkan akun payment gateway sering melibatkan biaya pengaturan yang bervariasi dari gateway ke gateway.
  5. Insta Pay – Beberapa payment gateway seperti Instamojo dan PayU menawarkan pengecer offline pilihan untuk mengumpulkan pembayaran melalui kartu kredit / debit atau opsi pembayaran online lainnya dengan menghasilkan tautan yang diterima pembeli melalui email atau SMS dan klik untuk membayar. TDR juga dikenakan biaya untuk transaksi tersebut.

Sumber : www.feedough.com